Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Pesawat Terbang

Nakajima J9Y Kikka (中島 橘花, "Orange Blossom")

Kikka adalah pesawat bermesin jet pertama Jepang yang dikembangkan pada akhir PD II dan prototipe pertamanya hanya sempat terbang 1 kali sebelum PD II berakhir. Pesawat ini juga disebut Kōkoku Nigō Heiki (皇国二号兵器, "Imperial Weapon No.2"). Desain dan Pengembangan Setelah atase militer Jepang di Jerman menyaksikan uji coba Messerschmitt Me 262 pada tahun 1944, IJN mengeluarkan permintaan kepada Nakajima untuk mengembangkan ppesawat sejenis untuk digunakan sebagai pesawat attack bomber. Diantara spesifikasi yang diajukan termasuk pula kebutuhan bahwa pesawat ini bisa diproduksi oleh tenaga kerja yang kurang terlatih, dan sayap pesawat mempunyai kemampuan untuk dilipat. Fitur ini dibutuhkan ketika pesawat disembunyikan didalam gua dan terowongan di sekitar Jepang pada saat IJN mempertahankan tanah air. Desainer Nakajima, Kazuo Ohno dan Kenichi Matsumura memberikan desain pesawat yang kuat namun mempunyai bentuk yang tidak terlalu mirip dengan Me 262. Pada aw...

Aichi D3A - Junker dengan cita rasa Tokyo yang banyak memangsa kapal Sekutu (Status: Belum selesai di edit)

Aichi D3A sedang terbang. Bandingkan dengan Ju-87 Jerman di gambar bawah. Ju-87 sedang siap-siap menerkam mangsa. Aichi D3A (爱 知 99 式 舰上 爆 撃 机, Aichi-Kyuu-Kyuu-shiki-kanjou-bakugeki-ki?), Kode Sekutu "Val") merupakan salah satu pembom tukik yang dipakai selama Perang Dunia II yang diproduksi oleh Perusahaan Aichi di Jepang. Pembom tukik ini berbasiskan Kapal Induk dan dipakai oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang serta turut berpartisipasi dalam hampir setiap pertempuran, termasuk penyerangan Pearl Harbor. D3A Aichi adalah pesawat Jepang pertama untuk membom Amerika dalam Perang Dunia ke II. Berbeda dengan saudara jauhnya, Ju-87 yang 'lebih senang memangsa Tank', Aichi atau dalam panggilan akrab Sekutu 'Val', lebih senang 'memangsa Kapal Laut' karena memang basisnya adalah Kapal Induk. Bahkan Sebelum perang berakhir, pesawat merupakan pesawat yang paling banyak menenggelamkan kapal Sekutu dibandingkan dengan pesawat lain. Sejarah pembuatan Pesawat in...

Mitsubishi Zero - Sang legenda dari Pasifik

Kokpit Zero Boleh dikatakan bahwa Mitsubishi A6M (atau yang sering disebut Zero) ini adalah pesawat tempur yang paling terkenal diantara pesawat-pesawat tempur Jepang era WW II (juga yang paling banyak diproduksi, tercatat telah diproduksi sebanyak 10,449 unit). Mungkin bisa juga dibilang kalau pesawat ini adalah salah satu pesawat terbaik, atau bahkan terbaik, pada masa-masa awal perang dunia II. Sekedar catatan, Zero merupakan carrier-based aircraft (pesawat yang berbasis di Kapal Induk) pertama di dunia yang mampu mengalahkan pesawat-pesawat yang berbasis di darat. Asal muasal nama Zero sendiri berasal dari kode Zero di Angkatan laut Jepang sendiri yaitu Type 0 Fighter (Rei Shiko Sentoki atau disingkat Reisen) . Zero muncul akibat dari permintaan Angkatan Laut Jepang akan adanya pengganti pesawat Mitsubishi A5M. Syarat yang ditetapkan oleh Angkatan Laut Jepang adalah sebuah pesawat yang mampu terbang dengan kecepatan 310 miles per jam pada ketinggian 13,100 kaki , kemampuan menanjak...

Pesawat Ohka - The official Kamikaze plane

Data Teknis Kru: 1 Panjang: 6,01 m Lebar sayap: 5,00 m Tinggi: 1,20 m Area sayap: 6 m² Berat kosong: 440 kg Berat terisi: 2140 kg Mesin: 3× roket Kecepatan Maksimum: 630 km/h Jarak Maksimum: 36 km Beban sayap: 365 kg/m² Pesawat ini merupakan pesawat roket-bom terbang karya Letnan Ohta, mirip dengan Pesawat Roket V1 yang digunakan oleh Jerman Nazi. Memiliki panjang sekitar 18 kaki dengan sayap pendek, berbadan gemuk, dan ekor ohka dibuat dari plywood dan badannya dibuat dari logam ringan yang dinamakan duralumin. Beratnya sekitar 2,3 ton dan membawa bahan peledak seberat 1400 kg pada bagian hidungnya. Bom terbang ini ditenagai tiga mesin roket dan bisa mencapai kecepatan maksimum 550 sampai 600 mil per jam yang membuatnya sulit ditembak sulit ditembak jatuh saat lepas meluncur dari pesawat induknya. Karena tidak mempunyai roda dan daya jelajah hanya sekitar 11 mil, maka dia harus diangkut dengan pesawat pembom sampai ke daerah sasaran dan dilepas di ketinggian tid...