Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Biografi

Mitsuo Fuchida - Kapten Pilot pemimpin serangan Pearl Harbor

Sebagian dari kita tentu pernah menonton film Hollywood yang berjudul “Pearl Harbor” kan? Film mengisahkan kisah cinta segitiga antara dua pilot Amerika Serikat dengan seorang perawat, kisah mereka sebagai korban dan pahlawan terhadap peperangan melawan kekejaman Kekaisaran Jepang. Dalam ketegangan film tersebut disaat-saat Jepang telah siap menyerang “Pearl Harbor” ada seorang pilot Jepang yang menerikan “Tora! Tora! Tora!” yang merupakan tanda operasi itu akan dimulai. Kisah berikut ini adalah kisah nyata pilot tersebut yang bertobat menerima Kristus dan kemudian menjadi penginjil bagi negerinya. Mitsuo Fuchida (淵田 美津雄) lahir pada 3 December 1902, adalah seorang Kapten dan pembidik bom di Imperial Japanese Navy Air Service sebelum dan selama Perang Dunia ke II. Ia dibesarkan dan didoktrin untuk mencintai tanah airnya Jepang dan membenci Amerika Serikat dengan alasan perlakuan kasar pada para imigran Asia pada paruh pertama abad kedua puluh. Fuchida belajar di akademi militer da...

Menyelamatkan Musuh! Semangat bushido.

Kisah Angkatan Laut Jepang menyelamatkan awak musuh yang terombang-ambing di laut. Ialah Major Shunsaku Kudo.  Part 1 Part 2

Hideki Tojo - Aktor Intelektual Perang Pasifik

Hideki Tojo (東條 英機 Tōjō Hideki) (30 Desember 1884–23 Desember 1948) adalah jenderal Jepang dan PM ke-40 Jepang (18 Oktober 1941-22 Juli 1944). Tojo ialah anggota klik tentara yang mendorong Jepang dalam perang di akhir 1930-an. Sebagai Menteri Perang pada 1940 ialah penolong dalam kepemimpinan Jepang dalam Blok Poros dengan Jerman Nazi dan Italia. Di antara keputusannya ialah izin persetujuan pemerintah dalam percobaan biologis terhadap para tawanan perang. Mulai 1941, Tojo ialah PM dan menguasai seluruh militer Jepang, yang begitu mendominasi Jepang saat itu yang ia sesungguhnya ialah diktator bangsa. Ia digantikan pada 1944 menyusul serentetan kekalahan tentara Jepang. Setelah perang, ia menembak dirinya sendiri di dada untuk bunuh diri namun gagal. Tojo dalam tahanan Ia kemudian diadili oleh Pengadilan Militer Internasional untuk Timur Jauh sebagai penjahat perang. Ia dinyatakan bersalah atas tuduhan 1 (peperangan agresi, dan perang dalam pelanggaran terhadap hukum internasional), ...

Jend. Masaharu Homma - Sang Penakluk Filipina

Masaharu Homma (本 间 雅晴, Honma Masaharu?, 27 November 1887 - 3 April 1946) adalah seorang jenderal dalam Angkatan Darat Kekaisaran Jepang. Dia adalah aktor penting dalam invasi dan pendudukan Filipina selama Perang Dunia II. Homma, yang adalah seorang pelukis amatir dan dramawan, juga dikenal sebagai seorang Jendral yang Puitis. Homma lahir di Pulau Sado, dari Prefektur Niigata. Dia lulus dengan peringkat 14 dari Akademi Angkatan Darat Kekaisaran Jepang pada tahun 1907, dan dari peringkat ke 27 dari Sekolah Staf Angkatan Darat pada tahun 1915. Homma telah sangat dihormati, dan beberapa pemahaman, Barat, setelah menghabiskan delapan tahun sebagai atase militer di Britania Raya, termasuk dalam pertempuran di Perancis pada tahun 1918 dengan Pasukan Ekspedisi Inggris. Dari 1930-1932, Homma kembali dikirim sebagai atase militer untuk Britania Raya, di mana kemahiran dalam bahasa Inggris itu berguna. Dia juga ditugaskan untuk menjadi bagian dari delegasi Jepang ke Konferensi Perlucutan Senjat...

Kol. Takeichi Nishi - Peraih Medali emas Olimpiade yang berjibaku di Iwo Jima

Nishi Bersama kudanya: Uranus Penggambaran Kol. Nishi dalam film The Letters From Iwo Jima Baron Takeichi Nishi (12 Juli 1902 - 22 Maret 1945) adalah seorang perwira tentara Jepang yang berpangkat terakhir letnan kolonel yang setelah kematiannya dinaikkan menjadi kolonel. Dia seorang peraih mendali emas dalam Olimpiade pada tahun 1932 dalam kejuaraan lompat kuda. Dia komandan pasukan tank dalam pertempuran di pulau Iwo Jima dan ia tewas di pulau tersebut. Dalam film Letters From Iwo Jima yang disutradarai Clint Eastwood, Nishi diperankan oleh diperankan oleh Tsuyoshi Ihara. Dalam film tersebut diceritakan bahwa Nishi tewas bukan karena ditembak melainkan karena melalkukan ritual Harakiri dengan Senapanya karena matanya telah buta. Selain itu dalam film ini, Nishi digambarkan bukanlah seorang perwira Jepang yang jahat, bahkan ketika seorang USMC (Marinir Amerika) tertembak, Nishi memerintahkan untuk merawatnya. Film ini dirilis di Jepang dan Amerika Serikat pada Desember 2006. Ternyata ...

Hiroyoshi Nishizawa - One's of Best Ace in Pacific

Foto narsisnya Nishiwa, katanya mau di upload di fb, hahaha Foto pesawatnya Nishiwa, keren gak gan? Score: 87 Banyak Pilot Fighter jagoan Perang Dunia 2 seperti Erich Hartmann dari Jerman, Ivan Kozhedub dari Rusia dan Richard Bong dari Amerika, terlihat seperti memang sudah terlahir untuk jadi jagoan. Ace of Aces dari Jepang, Hiroyoshi Nishizawa adalah suatu pengecualian. Salah satu teman seperjuangannya, Saburo Sakai, pernah menulis "Setiap orang merasa dia (Nishizawa) harusnya dirawat inap di rumah sakit". Nishizawa tinggi dan kurus untuk ukuran orang Jepang, hampir lima kaki delapan inci (173 cm).Ceking,berat badannya hanya 140 pounds (63,5 kg), tulang rusuknya kelihatan menonjol. Meskipun Nishizawa hebat di beladiri Judo dan Sumo, Sakai mencatat bahwa temannya itu selalu menderita akibat malaria dan penyakit kulit tropis. Dia selalu terlihat pucat. Sakai, salah seorang dari sedikit teman yang dimiliki Nishizawa, mendeskripsikannya sebagai pendiam ,"Hampir terlihat se...

Saburo Sakai - Eagle from Empire of Sun

Score: 64 Sebelah matanya buta. Empat kali lolos dari maut. Tapi kali ini serangan jantung yang mengakhiri hidupnya pada 26 september 2000. Bukan peluru sekutu. Dialah Saburo Sakai, satu-satunya ace Jepang semasa PD II yang berhasil hidup hingga usia 84 tahun. Total korban adalah 64 pesawat. Hari itu, 17 Mei 1942 segerombolan Zero asal satuan Tainan ku yang ber-pangkalan di Lae, terbang ke arah Port Moresby. Cuaca terang dan matahari bersinar dengan teriknya. Tujuannya membabat sarang Grup Tempur Udara ke-49 Sekutu. Setelah menyapu sasaran, gerombolan tadi bertemu dengan tiga formasi P-39 Airacobra yang berhasil mengudara. Terjadilah duel udara. Enam P-39 berkeping-keping. Dua diantaranya milik Saburo Sakai. Sementara Jepang sendiri harus merelakan dua Zeronya. Misi hari itu rampung sudah. Tapi tak begitu bagi, Saburo Sakai, Hiroyoshi Nishizawa, dan Toshio Ota. Dengan alasan mengejar musuh, ketiganya lalu berbalik arah kembali ke Port Moresby. Sebenarnya tidak ada lagi P-39 yang harus ...

Tadamichi Kuribayashi - Smith: Semoga Jepang tidak pernah memiliki orang lain seperti dia

Tadamichi Kuribayashi (栗林忠道, 7 Juli 1891-23 Maret 1945) adalah seorang perwira tinggi Jepang dalam Perang Dunia II yang terkenal prestasinya dalam Pertempuran Iwo Jima. Tugas mempertahankan pulau kecil ini diberikan padanya oleh Jenderal Hideki Tojo. Dalam pertempuran ini dia memimpin kurang lebih 20.000 pasukan tanpa dukungan angkatan udara dan laut melawan 100.000 pasukan Amerika Serikat. Hampir seluruh prajuritnya bertempur sampai titik darah penghabisan, hanya 296 dari mereka yang menyerah. Dia dilaporkan melakukan seppuku menjelang detik-detik terakhir kejatuhan pulau itu ke tangan musuh. Kuribayashi dilahirkan di perfektur Nagano dari keluarga samurai dan berdarah bangsawan. Dia adalah kepala keluarga yang baik, waktu-waktunya sebisa mungkin dia habiskan bersama keluarganya. Dalam perjalanan dinasnya, dia selalu melakukan komunikasi dengan mereka walaupun secara jarak jauh. Dia pernah mengenyam pendidikan di Kanada dan bertugas dua tahun sebagai deputi atase militer Jepang di Was...

Tomoyuki Yamashita - Sang Harimau dari Malaya

Jeneral Tomoyuki Yamashita (山下 奉文 Yamashita Tomoyuki) (8 November 1885 – 23 Februari 1946) adalah seorang Jeneral Tentara Imperial Jepang semasa Perang Dunia II. Dia terkenal kerana berhasil memimpin Tentara Jepang Ke-25 dalam kemenangan semasa kampanye penaklukan Semenanjung Melayu dan Singapura. Kerana keberhasilan ini, Yamashita menerima julukan “Harimau dari Malaya”. Yamashita dilahirkan di sebuah perkampungan kecil bernama Osugi Mura di Pulau Shikoku pada 8 November 1885. Setelah lulus dari Akademi Kadet pada tahun 1905, Yamashita mengikuti Akademi Angkatan Darat Jepang (Army War College (Japan)) dari tahun 1913 hingga tahun 1916. Berturut-turut dari tahun 1919 hingga 1922, Yamashita ditugaskan sebagai Atase Pertahanan di Berlin, Jerman dan di Bern, Swiss. Karena pengalaman dan wawasannya tentang wilayah Eropa terutama Jerman, Yamashita juga menjadi dosen pada almamaternya, Akademi Militer Angkatan Darat. Setelah mendapat promosi menjadi letnan kolonel, pada 1927 Yamashita ditugas...

Isoroku Yamamoto - Sang pencetus perang laut modern

Isoroku Yamamoto (山本 五十六 Yamamoto Isoroku, lahir di Nagaoka, Niigata, Jepang, 4 April 1884 – meninggal di Kepulauan Solomon, 18 April 1943 pada umur 59 tahun) adalah komandan AL Jepang selama 4 tahun pertama Perang Dunia II. Secara umum ia dianggap sebagai pakar strategi perang laut Jepang teragung, dan di antara pakar strategi angkatan laut terbaik dalam sejarah. Daftar isi Yamamoto dilahirkan sebagai Isoroku Takano di Nagaoka di Niigata. Bapaknya adalah Takano Sadayoshi, samurai tahap rendah di Nagaoka-han. "Isoroku" adalah istilah Jepang silam yang berarti "56"; nama yang merujuk kepada usia bapaknya ketika Isoroku dilahirkan. Namanya sendiri merupakan sesuatu yang membangkitkan minat dengan nama keluarga bapaknya. Sebagai contoh, sekiranya seorang Jepang mendapat malang seperti hanya mendapat anak perempuan, mereka akan mendesak salah seorang dari menantu lelaki agar mengganti nama keluarga untuk melestarikan nama keluarga anak perempuan mereka. Juga bukanlah pe...